Berita Terkini

KPU Kabupaten Cilacap Menerima Kunjungan Dari KPU Kabupaten Banyumas

Cilacap. Pada hari Rabu, 27 Januari, KPU Kab. Cilacap menerima kunjungan dari KPU Kab. Banyumas. Rombongan yang terdiri dari Ketua KPU Kab. Banyumas, Unggul Warsiadi, S.H, M.H, dua orang anggota komisioner, Imam Arif Setiadi, M.Si dan Suharso Agung Basuki, S.H, M.H beserta dengan 3 orang kasubbag dan staf sekretariat, dalam rangka studi banding penyusunan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Sebagaimana diketahui, bahwa Cilacap akan menyelenggarakan Pilbup pada tahun 2017, sementara di Kabupaten Banyumas baru akan dilaksanakan setahun setelahnya atau pada 2018.  KPU Kab. Cilacap yang diwakili oleh komisioner dan sekretaris menyambut baik kunjungan ini, dengan mengadakan dialog penuh keakraban. Harapannya, RKB Pilbup Cilacap 2017 yang telah disusun dapat menjadi salah satu komparasi dan referensi bagi KPU Kab. Banyumas dalam menyusun RKB Pilbup Banyumas tahun 2018.

Belajar Mengenal Proses Pemilu, MI Darwata Glempang Melakukan Kunjungan Ke KPU

Hari ini (5/11/2015) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cilacap menerima kunjungan dari MI Darwata Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Kedatangan 26 siswa yang semuanya masih duduk di bangku kelas 6 ini, didampingi oleh guru Bahasa Indonesia, Nisvatul Azizah dan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Dwi Supriati.   “Kunjungan ini sebagai bagian pembelajaran luar kelas dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tentang pemilu. Harapannya agar para siswa belajar lebih dalam tentang proses pemilu dan pilkada. ” terang Dwi Supriati.  Sementara itu, anggota komisioner Sigit Kwartianto yang ikut menyambut bersama dengan anggota komisioner lainnya, Aniroh, menyampaikan apresiasinya.  “Kami mengapresiasi inisiatif dari MI Darwata Maos yang melakukan kunjungan ke KPU. Ini juga bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk ikut pro aktif bersama-sama memberikan pendidikan pemilu dari usia sedini mungkin.”, kata Sigit Kwartianto dalam sambutannya.  “Kami juga berharap bahwa kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sekaligus menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi para siswa dalam belajar proses pemilu.”, tambahnya.   Selain mendapatkan paparan dari Sigit Kwartianto, para siswa juga berkesempatan melakukan simulasi tata cara pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Dari proses pencoblosan sampai dengan penghitungan suara, mereka lalui dengan antusias.   Saat ditanya perihal pengalaman yang didapat, para siswa kompak menyatakan sangat senang, tak terkecuali Zia El Haq Setiadi yang berperan menjadi ketua KPPS dalam simulasi tersebut.  Pada akhir acara, dilakukan foto bersama para siswa, guru dengan anggota KPU.  (ari/sig)

Expose Hasil Riset Perilaku Memilih Di Kabupaten Cilacap

Sebagaimana tulisan yang dipublikasikan sebelumnya, KPU Kabupaten Cilacap telah mengadakan riset perilaku memilih yang mengambil sampel dari kelompok nelayan dan petani. Dalam rangka expose hasil riset tersebut, hari ini KPU Kabupaten Cilacap mengundang wartawan beberapa media cetak dan elektronik, partai politik, perwakilan beberapa kampus dan organisasi masyarakat, pihak pemerintah daerah dan stake holder terkait.  Dalam acara yang berlangsung selama 2 jam, anggota komisioner Sigit Kwartianto, selaku narasumber utama, menyampaikan beberapa poin penting perihal perilaku memilih yang ada di Kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa sampel riset yang merupakan kelompok masyarakat nelayan dan petani, keduanya dapat dikategorikan dalam tipologi pemilih tradisional rasional dan tiopologi pemilih skeptis. Dalam memilih mereka lebih dipengaruhi oleh faktor figur, baik perilaku, karakter, ketokohan, satu daerah/putra daerah. Hal inilah yang menjadi daya tarik, yang merupakan faktor eksternal untuk menentukan pilihan. Disisi lain ada daya tolak yang berkaitan dengan pilihan identitas dan karakter pribadi seperti sipil-militer, low profile-high profile, tegas-lemah lembut.   Daya tarik dan daya tolak tersebut berkaitan dengan faktor internal pemilih seperti sosiologis, ekologis, psikologis dan rasional. Selain itu dari terdapat faktor eksternal kontestan pemilu. Masyarakat lebih mengutamakan memilih caleg dibandingkan dengan parpol. Caleg yang dikenal kecenderungannya adalah caleg DPRD Kabupaten/kota, sementara caleg DPRD propinsi dan DPR RI sedikit yang mengenal. Calon anggota DPD juga cenderung tidak dikenal, sehingga calon masyarakat memilih lebih berdasarkan visualisasi dalam surat suara. Sedangkan dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden, capres/cawapres sangat dikenal. Selain hanya jumlah pasangan calon hanya ada dua pasangan calon, figur masing-masing calon juga sudah sangat populer. Catatan lagi yang menarik adalah, korelasi pilihan antara partai politik, caleg dan capres/cawapres tidak terlalu signifikan.  Hasil riset ini diharapkan dapat bermanfaat dengan munculnya budaya intelektual dan ilmiah di KPU Kabupaten Cilacap dan sebagai bahan evaluasi agar pemilihan umum mendatang lebih baik, sekaligus menunjukkan kegiatan di KPU Kabupaten Cilacap selalu berkesinambungan.  Pada akhir acara, turut disampaikan akun media sosial yang digunakan untuk mensosialisasikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Cilacap.   Catatan: Hasil riset ini dapat ditemukan secara lengkap di halaman publikasi.

KPU Cilacap Memberikan Pembelajaran Tentang Pemilu Bagi Pelajar SDI Al-Azhar 16 Cilacap

Pada Rabu ( 16 September 2015), Komisi pemilihan umum (KPU) Cilacap menerima kunjungan belajar dari SDI Al-Azhar 16 Cilacap. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan kualitas belajar dan kompetensi siswa tentang keberadaan lembaga-lembaga negara, sistem pemerintahan RI, Hukum dan Pilkada. Untuk itu SDI AL-Azhar 16 Cilacap memilih berkunjung ke KPU Kabupaten Cilacap karena erat kaitannya dengan masalah pilkada. Kegiatan ini diadakan di Aula kantor KPU Kabupaten Cilacap yang terletak di Jalan MT Haryono No 75 Cilacap , yamg telah diikuti siswa siswi kelas 6 dan para guru pendamping SDI Al-Azhar 16 cilacap yang berjumlah sekitar 86 orang. Menurut Sigit Kwartianto, SS, selaku anggota Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Cilacap, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari grand desain penyelenggaraan pemilu dalam memberikan pendidikan pemilih khususnya bagi para pemilih pemula. Yang selanjutnya para siswa siswi telah diberi pengetahuan dan pemahaman bagi para pemilih pemula tersebut mengenai Pemilu, tujuan, proses hingga mendemonstrasikan proses pemungutan suara meskipun hanya dalam simulasi pemilihan kartun Indonesia 2015. Mengingat kebanyakan para pemilih pemula ini masih di jenjang sekolah, maka perlu ditanamkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya pemilu sedini mungkin. Partisipasi mereka dalam pemilu sangat penting artinya dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat di Indonesia. Oleh sebab itu, diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi dikalangan generasi muda dalam menyelenggarakan pemilu di masa mendatang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mengunakan metodeclassroom, dengan pemberian materi dan mempraktekkan langsung sesuai dengan materi yang telah diberikan. Beberapa materi menyangkut pemilu yang disampaikan antara lain, Pentingnya Pemilu, Penyelenggara Pemilu, Tahapan Pemilu dan Peserta Pemilu, Pemutakhiran Data Pemilih, Menjadi Pemilih yang Cerdas, serta dilengkapi dengan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara. Semua materi tersebut disampaikan secara estafet oleh nara sumber yang merupakan para Anggota Komisioner KPU Kabupaten Cilacap. Di akhir acara dilakukan simulasi Pemungutan Suara yang dibuat semirip mungkin dengan pemilu yang sebenarnya baik dari segi tatanan ruang, properti yang digunakan maupun anggota yang bertugas di TPS. Untuk pelaksanan proses jalannya simulasi tersebut, siswa siswi SDI Al-Azhar 16 Cilacap dibimbing langsung oleh anggota Komisioner KPU Cilacap beserta Staff Sekretariat.

Riset Pemilih: Perilaku Memilih Di Kabupaten Cilacap Dalam Pemilu 2014

Kegiatan riset merupakan terobosan baru dari KPU RI, dalam bidang sosialisasi, pendidikan pemilih, dan SDM. Memasukkan tradisi baru, tradisi ilmiah dan intelektual, yang hasilnya dapat dijadikan referensi dan kontemplasi agar kelak tercapai pemilu yang berkualitas dalam segala aspek. KPU Kabupaten Cilacap melakukan riset secara swakelola dan mandiri, memilih tema riset Perilaku Memilih (Voting Behaviour), dengan judul : "Perilaku Memilih Di Kabupaten Cilacap Dalam Pileg Dan Pilpres 2014 (Studi Kasus Pada Nelayan Dan Petani). Secara global ingin mengetahui perilaku memilih yang diwakili oleh kelompok profesi yang cukup banyak populasinya di Kabupaten Cilacap. Disisi lain, kelompok ini dapat dikategorikan kelompok marjinal. Hal-hal yang yang spesifik adalah yang berkaitan dengan representasi TPS, faktor internal dan eksternal dalam memilih, daya tarik dan daya tolak (pull and push factors) dalam memilih, informasi yang didapat berkaitan dengan pemilu, tekanan dalam memilih, korelasi antara pileg dan pilpres, dan tipologi pemilih. Dari riset, hasil yang diperoleh bahwa secara umum faktor teknis di TPS dan tata cara mencoblos tidak ada kendala dan familiar. Daya tarik dalam pileg dan pilpres terletak pada figure individual. Parpol bukan lagi sesuatu yang sakral dalam menentukan pilihan, sehingga berpindah parpol dengan mengikuti figur caleg bukan hal yang mustahil. Korelasi antara caleg, parpol, dan capres/cawapres tidak signifikan, masyarakat memilih caleg tanpa melihat parpol, memilih capres/cawapres tanpa melihat parpol pengusungnya. Masyarakat juga telah mendapat informasi, walaupun belum secara komprehensif dan koheren, dari media cetak dan elektronik, APK (alat peraga kampanye). Pemahaman tentang kontestan pemilu, untuk parpol masyarakat cukup memahami, apalagi parpol yang lama era orde baru, atau awal reformasi. Caleg yang dikenal adalah caleg DPRD Kabupaten/Kota, caleg DPRD Propinsi dan DPR RI sebagian dikenal, untuk calon anggota DPD masyarakat cenderung tidak mengenal, sedangkan capres/cawapres masyarakat sangat mengenalnya dengan baik. Kontestan pemilu (caleg) yang sudah dikenalnya kecenderungan dipilih tanpa ada alternatif pilihan lain. Faktor internal dan eksternal dalam memilih, lebih banyak berpengaruh berasal dari dari faktor eksternal, yaitu apa yang ada dalam kontestan pemilu, baik secara figur individual caleg, pengurus partai politik, kampanye, track records. Sedangkan dari dalam pemilih adalah dengan karakteristik umum orang jawa, masyarakat marjinal dengan tingkat pendidikan dan penghasilan rendah, maka yang dipilih sesuai kultur, geografis, sosial, psikologis, dan need. Daya tarik pada caleg terletak pada ketokohan, kedekatan tempat tinggal/putra daerah, visi misi/program/janjinya. Sedangkan untuk capres/cawapres yang menjadi daya tarik adalah ketokohanhya, karakter pribadinya seperti sederhana, low profile, suka blusukan, merakyat, sipil, juga visi misi/program/janjinya yang aplikatif dan kontekstual pada realitas masyarakat, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Sedangkan daya tolaknya adalah kecenderungan lawan dari karakter sederhana, low profile, merakyat, bahasa yang tidak membumi, serta hal-hal yang bersifat uthopis. Persoalan sipil ataupun militer tidak menjadi hal yang penting, walaupun ada beberapa responden yang menyatakan sipil/militer termasuk daya tariknya/daya tolaknya. Tipologi pemilih di daerah penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu tipologi pemilih tradisional dan tipologi pemilih skeptis, walaupun hal tersebut tidak kongruen, tidak sama dan sebangun secara teoritis. Ada beberapa temuan yang sedikit unik dan sekedar pernak pernik, yaitu :Pertama, masalah agama, kelompok nelayan yang memilih caleg karena kesamaan agama 70 persen, tetapi yang memilih caleg yang menjalankan agamanya 100 persen. Sedangkan pilihan kelompok petani yang memilih caleg sama agamanya 100 persen, tetapi menjalankan agamanya 80 persen. Dengan demikian, ada dua persepsi dan sudut pandang yang berbeda, tetapi keduanya sama sama logis.Kedua, visi misi/program/janji pada prinsipnya semuanya baik, dan bila direalisasikan, pemilih akan sepakat. Sehingga visi misi/program/janji bukan faktor utama yang menjadi daya tarik, hal ini karena munculnya stigma, betapa sulitnya merealisasikan visi misi/ program/janji.Ketiga, tidak ada memilih karena kebencian dengan kontestan pemilu lain, tetapi karena benar-benar pilihannya, tidak ada "ideologi" tinimbang-aluwung. Kalaupun tidak ada yang menjadi pilihan, merupakan pilihan yang asal/sembarang saja. Dan, tidak ditemukan adanya indikasi stockholm syndrome, yaitu sebuah kebencian yang berubah menjadi sebuah pilihan.Keempat, dalam memilih calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah), karena ada fotonya, muncul kecenderungan memilih yang terlihat cantik dalam surat suara.Kelima, data pada KPU Kabupaten Cilacap, pada caleg jadi DPRD Kabupaten Cilacap 2014, prosentase terbanyak caleg dengan nomor urut 1 (satu). Anda dapat mengunduh bukunya disini

Klarifikasi Pemberitaan Harian Radar Banyumas

Harian Radar Banyumas di halaman utamanya dalam suplemen Radar Cilacap pada tanggal 2 April 2015, menulis berita dengan judul “Desak KPU Kembalikan Uang Sitaan”. Diberitakan bahwa KPU Kabupaten Cilacap telah menyita uang ratusan juta rupiah pada saat Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Cilacap Tahun 2012. Saat ini Musabihan, selaku pemilik uang yang hilang saat menjadi barang bukti, meminta agar dikembalikan. Menanggapi berita tersebut, KPU Kabupaten Cilacap menegaskan bahwa berita tersebut sama sekali tidak benar, karena bukan ranah dan kewenangan KPU Kabupaten Cilacap untuk melakukan penyitaan uang, yang disinyalir sebagai money politic. Secara realitas dan fakta yang ada KPU Kabupaten Cilacap tidak pernah melakukan penyitaan uang tersebut. Hal ini juga telah diklarifikasi kepada harian Radar Banyumas, bahwa terjadi kekeliruan pemberitaan. Uang senilai 214 juta rupiah bukan disita oleh KPU Kabupaten Cilacap melainkan Panwaslu Kabupaten Cilacap. KPU sebagai penyelenggara Pemilu secara keseluruhan, sedangkan Panwaslu yang mengawasi setiap pelanggaran Pemilu, termasuk di dalamnya money politic. Jadi sama sekali, tidak ada keterlibatan KPU Kabupaten Cilacap terhadap kasus di atas. Hal ini juga telah dimuat dalam suplemen Radar Cilacap yang terbit pada tanggal 7 April 2015.